Sentil Tradisi Seremonial, Dubes RI Ajak 280 Ribu Diaspora Bawa Pulang Gagasan Konkret
ikmalmesir.com – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia resmi membuka Simposium Internasional Ke-18 yang berlangsung pada 19–22 September 2026 di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir. Mengusung tema “Kolaborasi Pelajar Dunia Menuju Masa Depan Indonesia Yang Tangguh Dan Berkeadilan”, forum ini menjadi wadah pertemuan gagasan dan pemikiran bagi delegasi mahasiswa Indonesia dari berbagai belahan dunia.
Rangkaian acara diawali dengan Grand Opening yang berlangsung sejak pukul 09.45 hingga 12.15 CLT. Pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan pimpinan lembaga penting, antara lain Prof. Dr. Mahmoud Shiddiq Hassan (Rektor Universitas Al Azhar), Kuncoro Giri Waseso (Duta Besar LBBP Republik Arab Mesir), Dr. Hassan Khalil (Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kebudayaan Islam, Akademi Riset Islam Al-Azhar), Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi (Penasehat Grand Syeikh Al Azhar Urusan Mahasiswa Asing), H. Andika Ibrahim Nasution (Koordinator PPI Dunia), Wildan Akbar Fathurrahman, Lc (Presiden PPMI Mesir), Luqman Perdana Putra (Ketua Pelaksana).
Dalam sambutannya, Duta Besar LBBP Republik Arab Mesir, Kuncoro Giri Waseso, menekankan pentingnya keseimbangan antara ketangguhan dan keadilan bagi generasi muda.
“Tangguh dan berkeadilan harus berjalan seimbang. Ketangguhan tanpa keadilan hanya melahirkan kekuatan yang menindas, keadilan tanpa ketangguhan hanya merupakan niat baik yang rapuh, yang rentan, dan yang tidak kuat” ujar Kuncoro Giri Waseso.
Keadilan tanpa ketangguhan hanya merupakan niat baik yang rapuh. Beliau berpesan agar para delegasi tidak hanya pulang membawa kenangan foto, melainkan naskah kesepakatan dan gagasan konkret yang dapat menjadi masukan kebijakan bagi Indonesia.
Sementara itu, Koordinator PPI Dunia, H. Andika Ibrahim Nasution, menyerukan agar sekitar 280.000 pelajar diaspora Indonesia yang tersebar di 68 PPI Negara dapat menyatukan keunggulan dari masing-masing kawasan. Menurutnya, simposium ini harus menghasilkan riset lanjutan, jejaring kerja sama, serta aksi nyata yang berdampak langsung bagi tanah air.
Usai jeda istirahat, agenda dilanjutkan pada pukul 14.00 CLT dengan sesi seminar panel pertama. Diskusi pada sesi ini menyoroti isu krusial mengenai ketahanan energi global yang dipaparkan oleh Rizal Calvary Marimbo dari Manajemen Pembangkitan PT PLN, yang membahas strategi dan tantangan transisi energi nasional di tengah dinamika global.
Kemudian dilanjutkan ke sesi seminar panel kedua yang berfokus pada sektor pendidikan. Sesi ini menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atikbud) KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D., bersama Koordinator PPI Dunia 2024–2025, Mahardi, SE., M.Sc., Ph.D., guna mendiskusikan gagasan optimalisasi pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Simposium Internasional ke-18 ini, para pelajar Indonesia di seluruh dunia diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi intelektual, mengasah daya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
Red: Wahyu Fikri Idzaki
Editor: Najla Maharani

