“Bentuk Rasa Cinta dan Terima Kasih”: Potret Kemegahan Perayaan Hari Lahir IKMAL Mesir ke 18 Tahun

Ikmalmesir.com – Ikatan Keluarga Masyarakat Lampung (IKMAL) Mesir sukses menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) yang ke-18. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Harlah tahun ini disebut-sebin sebagai gelaran paling megah dalam sejarah IKMAL Mesir, di mana puncak acaranya dilangsungkan secara istimewa di gedung Capital Palace, Kairo, mulai pukul 20.00 waktu setempat.
Rangkaian Harlah ke-18 IKMAL Mesir sendiri dikemas secara menyeluruh melalui perpaduan kegiatan indoor dan outdoor. Setelah melalui berbagai agenda pendahulu, malam puncak perayaan menjadi muara kebersamaan yang mengusung tema “18 Tahun Berdiri, Tradisi Terjaga, Penampilan Berkarya”.
Acara kehormatan ini dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Bapak Kuncoro Giri Waseso, serta Presiden PPMI Mesir, Bapak Glen Sofyan Assyauri. Turut hadir pula perwakilan Wihdah PPMI Mesir, jajaran Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) dan Dewan Penasihat Anggota (DPA) IKMAL Mesir, Gubernur Kekeluargaan Nusantara, serta seluruh warga IKMAL Mesir.
Suasana keakraban dibuka dengan puitis oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Bapak Kuncoro Giri Waseso, yang menyampaikan pantun pembuka penuh makna:
“Bandar Lampung di pagi hari, sungguh cantik dengan slogan Tapis Berseri. IKMAL Mesir merangkul erat hati, kompak bersatu untuk membawa negeri.”
Ketua Pelaksana Harlah IKMAL Mesir, Mujahidurrahman Saragih, mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya acara ini. “Malam ini adalah malam milik kita bersama. Perayaan ini, menurut saya, adalah sebuah bentuk rasa cinta dan rasa terima kasih kita terhadap IKMAL Mesir,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur IKMAL Mesir, Alif Putra Zatadin, menekankan pentingnya rasa persatuan, kebersamaan, dan kedewasaan dalam berorganisasi.
“Ketika kita susah maka sama-sama susah, ketika kita senang maka kita juga akan sama-sama senang. Mari jadikan Harlah IKMAL Mesir yang ke-18 ini momentum menuju organisasi yang semakin matang, profesional, inklusif, dan penuh kebermanfaatan. Delapan belas tahun memang usia yang masih remaja, tetapi ketika kita sudah siap, maka Allah akan memberikan apa yang kita inginkan,” tegas Alif.
Kemegahan 9 Penampilan Seni dan Momen Penuh Haru
Malam puncak perayaan makin semarak dan memukau dengan hadirnya 9 penampilan seni serta unjuk karya dari para warga IKMAL Mesir. Acara dibuka secara anggun dengan Tari Sigeh Pengunten sebagai tari penyambutan tamu agung, disusul keindahan gerak Tari Bedana dan Zapin Lampung yang kental akan tradisi Lampung.
Tak hanya seni tari, panggung Capital Palace juga diguncang oleh aksi unjuk karya Speed Painting yang memukau penonton dengan keahlian melukis cepat, pembacaan Puisi yang menyentuh, Pisaan musikalisasi pantun nasehat Lampung, serta penampilan Saburai Band yang membawakan duet lagu daerah Lampung sebagai penutup keceriaan.
Namun, suasana malam berubah menjadi penuh haru dan syahdu saat penampilan Suara Kalbu. Penampilan penjiwaan lagu yang disampaikan melalui bahasa isyarat ini sukses menyentuh hati seluruh hadirin. Momen ini dipersembahkan secara khusus untuk mengenang almarhum warga IKMAL Mesir yang telah berpulang ke Rahmatullah, membawa doa dan kerinduan mendalam dari seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
Dengan digaungkannya slogan khas Lampung: “Amun mak gham sapa lagi, amun mak ganta kapan lagi” (Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi), perayaan Harlah ke-18 ini bukan sekadar perhelatan megah, melainkan simbol solidaritas, rasa syukur, dan tekad warga IKMAL Mesir untuk terus menjaga tradisi serta mengukir karya di tanah perantauan. Slogan ini juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga IKMAL Mesir untuk terus berkontribusi aktif, mempererat persatuan, dan konsisten membawa nama baik daerah di kancah internasional.
Red: Najla Maharani




